Rabu, 07 November 2018

Hal - Hal Yang Membuat Toko Bangunanmu Sepi Pelanggan | Toko Bangunan


KONSULTAN BISNIS MANAJEMEN

KONSULTAN TOKO BANGUNAN

TERUJI, +62 0813-9864-6177, Sepi Pelanggan, Toko Sepi Pelanggan, Toko Bangunan, Sepi Pelanggan, Usaha Sepi Pelanggan, Bisnis Sepi Pelanggan, Mengatasi Sepi Pelanggan.



 

Penyebab Sepi Pelanggan – Wirausaha merupakan suatu proses untuk menghasilkan suatu karya yang baru, kreatif dan inovatif dengan tujuan memberikan nilai guna dan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain. Kewirausahaan atau enterpreneurship menuntut jiwa yang pemberani dalam melakukan upaya-upaya pemenuhan kebutuhan hidup serta menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Karena terbatasnya lapangan kerja, masyarakat dituntut untuk memiliki jiwa wirausaha sehingga dapat menciptakan kesempatan untuk berkembang bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta membantu menggerakkan roda perekonomian.


 Akan tetapi memulai suatu usaha bukanlah pekerjaan mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi dan masalah yang timbul di tengah-tengah perjalanan suatu usaha. Wirausahawan harus dapat mengantisipasi hal tersebut dan memikirkan solusi-solusi bagi permasalaahan tersebut. Salah satu masalah yang dapat menghadang adalah apabila usaha yang sudah dirintis tiba-tiba mengalami kemunduran omzet atau sepi pelanggan atau pembeli. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, berikut adalah beberapa penyebab Usaha Sepi Secara Umum :

1. Tidak konsisten menjaga kualitas produk
Dalam suatu perusahaan, produk memegang peran utama. Sebagai komoditi yang ditawarkan, produk harus memiliki nilai jual dan nilai bargaining di pasar. Selain itu memiliki konsep yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Suatu produk bisa berbentuk barang atau jasa tergantung dengan bidang usaha yang dijalankan. Demi menjaga kelangsungan suatu usaha, kualitas produk harus tetap dijaga. Menurut Guiltinan, Madden dan Paul (1997:7) ada 8 dimensi faktor yang menentukan kualitas suatu produk, antara lain : kinerja (performances), karakteristik tambahan ( features), kehandalan (realibility), kesesuaian (conformance), daya tahan (durability), service ability, estetika dan kualitas yang dipersepsikan. Selain itu produk juga harus melewati tahapan standarisasi berdasarkan kriteria-kriteria yang diinginkan konsumen. Hal tersebut untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Dengan menjaga produk tetap diproduksi dalam kualitas yang telah dibakukan diharapkan konsumen tetap membeli/menggunakan produk tersebut.



2. Produk yang ditawarkan kurang bersaing dengan produk sejenis
Bisnis tanpa persaingan adalah hal yang mustahil. Apalagi di era pasar global seperti ini, tatkala persaingan juga harus dilakukan dengan produk-produk dari luar negeri. Untuk itu pengusaha harus memikirkan cara agar produk yang ditawarkan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk lain yang sejenis. Persaingan dapat menjadi trigger untuk terus berusaha mengembangkan inovasi produk tapi juga dapat menyebabkan sepinya usaha apabila produk yang dipunyai kalah bersaing. Pengusaha yang antisipatif harus berusaha membuat produknya memiliki positioning yang baik di mata konsumen. Positioning adalah bagaimana suatu produk dapat membekas di benak konsumen atau bagaimana persepsi konsumen terhadap produk tersebut. Selain strategi positioning, dapat menerapkan strategi diferensiasi untuk membedakan produk dengan produk pesaing dan memperkuat branding yang telah dibangun.



3. Kurang gencarnya pemasaran terhadap produk tersebut


Pemasaran adalah serangkaian proses usaha yang laksanakan untuk merencanakan, menentukan harga jual, melakukan promosi serta menyalurkannya kepada pembeli atau pemakai barang/jasa. Pemasaran sangat diperlukan untuk memberikan informasi kepada konsumen mengenai suatu produk. Penjualan produk tanpa pemasaran yang baik tidak akan menemui titik optimal. Untuk itu pengusaha juga harus memikirkan strategi pemasaran yang sesuai dengan produk yang di tawarkannya. Saat ini pemasaran produk dilakukan dalam skala yang lebih luas melalui bantuan teknologi informasi dan sosial media. Penggunaan IT dalam pemasaran diyakini dapat menjangkau sasaran yang lebih merata. Apalagi saat ini penggunakan internet di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pembelian produk melalui e-commerce menjadi salah satu tren yang tengah marak di tanah air terutama di kota-kota besar karena faktor kemudahan dan kecepatannya.



4. Produk kurang inovatif


Seiring dengan perkembangan teknologi, produk yang ketinggalan zaman lama-lama akan ditinggalkan dan tidak memiliki daya tarik bagi konsumen. Karena itu penting sekali untuk mengembangkan sisi atraktif dan manfaat dari suatu produk. Tentunya hal tersebut melalui pengamatan dan observasi secara menyeluruh terhadap isu dan tren yang berkembang di masyarakat saat ini. Pengerjaan suatu gagasan yang inovatif dapat diimplementasikan kepada produk yang sama sekali baru dan belum diluncurkan atau produk yang sudah ada tetapi ditindaklanjuti dengan berbagai percobaan atau penelitian sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih konkret dan update, atau melakukan perbaikan atau penyempurnaan terhadap suatu produk yang sudah ada agar memberikan efek yang lebih fresh kepada konsumen.



5. Pelayanan yang diberikan kurang baik


Services atau pelayanan merupakan faktor yang penting dalam proses penjualan suatu produk ke customer. Pelayanan yang baik dapat menjadi pertimbangan apakah seorang customer jadi membeli atau tidak. Pelayanan yang prima juga menjadi salah satu faktor penentu untuk mendapatkan calon customer. Untuk itu pengusaha harus terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, dan perlu memikirkan langkah-langkah pelayanan yang dapat membuat konsumen tidak beralih ke produk yang lain.



6. Harga terlampau tinggi


Di tengah menggeliatnya sektor bisnis dan wirausaha, harga yang bersaing dapat menjadi kunci untuk meningkatkan angka penjualan. Karena saat ini mudah sekali menemukan produk dengan berbagai macam jenis penjualan. Konsumen dengan gampang membandingkan harga hanya dengan satu klik pada internet. Untuk itu harga yang terlampau tinggi dapat menurunkan nilai jual.



7. Tidak menyesuaikan dengan kondisi perkembangan teknologi terbaru


Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa toko buku tidak lagi didatangi karena lebih gampang membeli buku lewat online atau menjamurnya ebook yang dapat dengan mudah diunduh. Dan ojek pangkalan yang tergusur dengan fenomena ojek online. Perusahaan taksi yang akhirnya “dibuat” terpaksa join dengan taksi online agar dapat terus eksis. Begitulah apabila pengusaha tidak jeli memperhatikan kondisi tren yang sedang berkembang saat ini. Untuk itu adaptasi terhadap perkembangan teknologi harus dilakukan bila tidak mau bisnis yang sudah di bangun menjadi mandeg. 



Usaha yang sepi bukanlah lantas menjadi syarat ketidakberhasilan pengusaha. Akan tetapi dapat menjadi pendorong agar terur berkembang dan berinovasi. Pada saat ini mental baja dari pengusaha sangat diperlukan sehingga dapat membanting haluan usaha yang sepi menjadi usaha yang dapat diperhitungkan kembali. Sekali lagi, pengusaha yang baik adalah pengusaha yang selalu antisipatif dan dapat memecahkan masalah yang timbul dengan cepat dan tepat. Untuk kedepannya diharapkan, wirausaha tetap dapat bergerak agar turut berperan serta dalam pembangunan perekonomian di Indonesia.
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenis Kamar Hotel dari Fasilitas Hingga Fungsinya, Penting bagi Pelancong | Konsultan Bisnis Dan Manajemen

KONSULTAN BISNIS DAN MANAJEMEN EXPERT, +62 813 - 9864 – 6177, Jenis Kamar Hotel dari Fasilitas Hingga Fungsinya, Penting bagi Pelancon...